Krisis Tidur: Meningkatnya Angka Tidur, Solusi yang Meragukan, dan Risiko yang Tidak Diketahui

0
13

Dunia sedang menghadapi krisis tidur yang semakin parah, yang didorong oleh tekanan ekonomi, meningkatnya tingkat stres, dan upaya yang tiada henti untuk melakukan perbaikan cepat. Hampir sepertiga orang dewasa kini melaporkan kurang tidur, dan meskipun kesadaran akan masalah ini semakin meningkat, solusi yang diambil orang mungkin lebih berbahaya daripada masalah itu sendiri. Ini bukan hanya tentang rasa lelah; kurang tidur kronis menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius, termasuk penyakit kronis, penurunan kesehatan mental, dan bahkan gangguan perilaku.

Lingkaran Setan Stres dan Sulit Tidur

Masalah intinya adalah putaran umpan balik: stres mengganggu tidur, dan kurang tidur memperburuk stres. Perekonomian modern sering kali menuntut jam kerja yang lebih panjang dan produktivitas yang lebih tinggi, sehingga menyisakan lebih sedikit waktu untuk istirahat. Semakin banyak orang yang beralih ke pilihan pengobatan mandiri seperti aplikasi telepon, pelacak kebugaran, dan suplemen – terutama melatonin – dalam upaya putus asa untuk mendapatkan kembali kendali atas siklus tidur mereka.

Melatonin: Kekhawatiran yang Berkembang

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa solusi yang tampaknya tidak berbahaya ini pun mungkin memiliki risiko tersembunyi. Sebuah studi pada akhir tahun 2023 yang dilakukan oleh American Heart Association menemukan korelasi antara penggunaan melatonin jangka panjang dan peningkatan risiko gagal jantung pada lebih dari 130.000 orang dewasa. Meskipun hubungan sebab dan akibat belum terbukti secara pasti, temuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai meluasnya penggunaan hormon ini dan seringkali tidak diatur.

Melatonin adalah hormon yang diproduksi secara alami yang mengatur siklus tidur-bangun. Versi sintetis sudah tersedia tanpa resep, dipasarkan sebagai alat bantu tidur sederhana. Masalahnya? Pembuatan suplemen sering kali tidak memiliki pengawasan ketat terhadap obat-obatan. Di banyak negara, termasuk sebagian Eropa dan Asia, melatonin memerlukan resep karena potensi efek jangka panjangnya.

Masalah Pediatri

Risikonya bahkan lebih besar lagi bagi anak-anak. Sebuah studi pada tahun 2023 yang diterbitkan dalam World Journal of Pediatrics mengungkapkan bahwa efek jangka panjang melatonin pada kaum muda sebagian besar masih belum diketahui, meskipun penggunaannya meningkat secara dramatis di kalangan populasi anak-anak. Resep melatonin telah meningkat hingga 500% di beberapa wilayah selama dekade terakhir, dan beberapa anak menerima isi ulang selama dua atau tiga tahun berturut-turut. Kurangnya data khasiat dan keamanannya mengkhawatirkan, namun melatonin secara rutin diberikan kepada anak di bawah 6 tahun.

“Penggunaan melatonin sebagai bantuan tidur untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun telah meningkat di seluruh dunia selama 20 tahun terakhir, dan khususnya selama dekade terakhir.”

Krisis tidur bukan hanya soal pilihan individu; ini adalah masalah sistemik yang dipicu oleh tekanan ekonomi, peraturan yang tidak memadai, dan ketergantungan pada solusi yang kurang dipahami. Diperlukan lebih banyak penelitian, terutama mengenai efek jangka panjang melatonin pada semua kelompok umur. Tren pengobatan mandiri yang terjadi saat ini tanpa pengawasan yang tepat dapat menyebabkan bencana kesehatan masyarakat secara diam-diam.