Matcha: Teh Kuno dengan Manfaat Kesehatan Modern

0
14

Matcha, bubuk hijau cerah yang dicampur menjadi minuman berbusa, kini semakin populer melampaui akar tradisional Jepangnya. Tapi apa yang membuat teh ini begitu istimewa, dan mengapa para ahli kesehatan dan konsumen sehari-hari tertarik pada teh ini? Artikel ini menguraikan manfaat matcha, kandungan kafeinnya, dan cara kreatif untuk memasukkannya ke dalam rutinitas Anda.

Apa itu Matcha?

Matcha bukan sekadar teh hijau. Itu dibuat dengan menggiling daun teh yang ditanam di tempat teduh menjadi bubuk halus, menjaga profil nutrisi lengkap tanaman tersebut. Tidak seperti menyeduh daun teh dan membuangnya, matcha memungkinkan Anda mengonsumsi seluruh daun teh, sehingga memaksimalkan manfaatnya. Proses penanaman naungan meningkatkan kadar theanine, antioksidan, dan kafein, sehingga menciptakan pengalaman unik.

Seperti yang dijelaskan oleh ahli diet Asako Miyashita, kunci dari cangkir yang lezat adalah menyeduhnya secara perlahan dengan suhu rendah. Rasanya sering kali digambarkan sebagai berumput dan pahit, tetapi matcha berkualitas tinggi menawarkan rasa manis dan umami yang lembut.

Kandungan Kafein: Peningkatan yang Seimbang

Secangkir matcha pada umumnya mengandung sekitar 30-40 miligram kafein, terkadang lebih banyak tergantung mereknya. Ini lebih tinggi dari kebanyakan teh hijau tetapi lebih rendah dari kopi (rata-rata 91,8 mg per cangkir). Namun, kafein matcha berbeda. Ini dipasangkan dengan L-theanine, asam amino yang meningkatkan relaksasi dan kejernihan mental. Kombinasi ini memberikan dorongan energi berkelanjutan tanpa kegelisahan yang sering dikaitkan dengan kopi. Beberapa ahli diet Jepang bahkan meminum matcha sebelum tidur untuk menenangkan pikiran.

Manfaat Kesehatan yang Didukung Sains

Matcha bukan hanya minuman trendi; ini adalah pembangkit tenaga nutrisi. Berikut lima manfaat utama:

  1. Kaya Antioksidan: Matcha mengandung katekin, khususnya epigallocationchin gallate (EGCG), yang merupakan antioksidan kuat yang melawan radikal bebas dan mengurangi peradangan.
  2. Peningkatan Kognitif: Kombinasi theanine dan kafein meningkatkan fokus, perhatian, dan kecepatan reaksi. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini bahkan dapat bermanfaat bagi orang dewasa yang lebih tua dengan meningkatkan fungsi kognitif.
  3. Kesehatan Kardiovaskular: EGCG dan rutin dalam matcha dapat melindungi terhadap penyakit jantung dengan mengurangi stres oksidatif dan memperkuat pembuluh darah. Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian, konsumsi teh hijau setiap hari telah dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL.
  4. Potensi Sifat Antikanker: Asam fenolik dalam matcha dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah metastasis. EGCG bahkan dapat membantu mengurangi risiko kanker tertentu dengan mencegah pembentukan tumor pembuluh darah.
  5. Dukungan Metabolik: Matcha dapat membantu mengatur pencernaan lemak dan karbohidrat, sehingga berpotensi membantu pengelolaan berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan hal itu dapat meningkatkan oksidasi lemak selama berolahraga.

Potensi Efek Samping dan Pertimbangannya

Meskipun matcha umumnya aman, beberapa orang mungkin mengalami efek samping. Mengonsumsinya saat perut kosong bisa menyebabkan mual. Matcha berkualitas rendah mungkin mengandung lebih banyak tanin, yang berpotensi menyebabkan sakit perut atau rangsangan berlebihan.

Matcha juga mengandung tanin yang dapat mengganggu penyerapan zat besi dan oksalat yang dapat memicu batu ginjal pada individu yang sensitif.

Cara Menyiapkan Matcha: Metode Tradisional dan Kreatif

Secara tradisional, matcha diaduk dengan air panas menggunakan kocokan bambu (chasen) untuk menghasilkan minuman berbusa. Jika Anda tidak memiliki Chasen, Anda bisa menggunakan stoples untuk mengocok bubuk dengan air. Mengayak matcha terlebih dahulu membantu mencegah gumpalan.

Selain persiapan klasik, matcha dapat ditambahkan ke smoothie, latte, atau makanan yang dipanggang. Pakar nutrisi fungsional Michiko Tomioka menyarankan bahwa meluangkan waktu untuk menyiapkan matcha secara tradisional akan meningkatkan rasa dan aromanya.

Resep Matcha Latte (Atas izin Asako Miyashita)

  • 1,5-2 sendok teh (3-4 gram) bubuk matcha
  • 30-40 mililiter air pada suhu 80-90°C (176-194°F)
  • 200-250 mililiter susu atau susu nabati
  • Pemanis atau rempah opsional

Campurkan matcha dan air panas, aduk hingga rata. Tambahkan susu hangat dan buih jika diinginkan.

Memilih Matcha yang Tepat

Matcha hadir dalam dua tingkatan utama: seremonial dan kuliner. Kelas seremonial memiliki kualitas lebih tinggi, ideal untuk diminum setiap hari, sedangkan kelas kuliner paling baik untuk latte atau kue kering. Carilah pilihan organik dan bebas bahan kimia saat berbelanja.

Kesimpulannya, matcha lebih dari sekedar minuman trendi; ini adalah teh kaya nutrisi dengan manfaat kesehatan yang didukung ilmu pengetahuan. Baik dinikmati secara tradisional atau secara kreatif, memasukkan matcha ke dalam rutinitas Anda bisa menjadi hal yang lezat dan bermanfaat bagi kesehatan Anda.