Kelebihan Protein: 5 Tanda Anda Mungkin Melakukannya dengan Salah

0
17

Industri kesehatan telah memasukkan protein ke dalam segala hal mulai dari pasta hingga latte, dan pedoman diet baru-baru ini menyarankan orang dewasa harus mengonsumsi lebih banyak setiap hari—antara 1,2 hingga 1,6 gram per kilogram berat badan. Namun para ahli memperingatkan bahwa kebanyakan orang sudah mendapatkan asupan protein yang cukup, dan asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Meskipun pola makan tinggi protein tidak langsung berbahaya bagi orang sehat, melakukannya secara berlebihan secara terus-menerus dapat memicu tanda-tanda peringatan yang memerlukan perhatian. Inilah yang harus diperhatikan:

1. Dehidrasi Kronis

Ketika Anda mengonsumsi lebih banyak protein daripada yang dibutuhkan tubuh, ginjal Anda bekerja lebih keras untuk memproses produk sampingan nitrogen dari metabolisme asam amino. Hal ini memaksa peningkatan buang air kecil, menyebabkan dehidrasi. Gejalanya berupa rasa haus, kelelahan, pusing, kulit kering, dan mata cekung.

2. Urin Berbusa: Peringatan Ginjal

Urin berbusa dapat mengindikasikan proteinuria—kadar protein tinggi dalam urin—yang berpotensi menandakan kerusakan ginjal. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein tinggi dan kondisi ini, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan. Sering buang air kecil sering kali menyertai gejala ini.

3. Batu Ginjal: Risiko Bagi Beberapa Orang

Asupan protein hewani yang berlebihan tidak secara langsung menyebabkan batu ginjal, namun dapat memperburuk risikonya, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit tersebut atau infeksi saluran kemih. Sering buang air kecil untuk membersihkan nitrogen dapat mengubah keasaman urin, mendorong pembentukan oksalat—komponen kunci batu ginjal.

4. Gangguan Pencernaan: Buang Air Besar Tidak Teratur

Asupan nutrisi apa pun yang berlebihan, termasuk protein, dapat mengganggu pencernaan. Pola makan tinggi protein sering kali kekurangan serat, sehingga menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan. Pola makan seimbang adalah kunci untuk mengatur fungsi usus.

5. Kenaikan Berat Badan yang Tak Terduga

Meski dipasarkan untuk menurunkan berat badan, diet tinggi protein tidak menjamin hasil. Jika asupan kalori Anda secara keseluruhan tetap tinggi, meskipun sebagian besar berasal dari protein, berat badan Anda mungkin bertambah. Efektivitasnya bergantung pada pemeliharaan defisit kalori.

Menyeimbangkan Asupan Protein

Kebanyakan orang sudah mengonsumsi cukup protein tanpa usaha yang disengaja. Satu porsi 3 ons ikan cod menyediakan sekitar 17 gram, sedangkan 4 ons dada ayam menghasilkan 26 gram—jumlah yang sering kali melebihi jumlah makanan pada umumnya.

Prioritaskan kontrol porsi dan diversifikasi pola makan Anda dengan biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan polong-polongan. Pola makan ala Mediterania, dengan sekitar 15% kalori dari protein bersama lemak sehat dan karbohidrat kompleks, seringkali merupakan pola makan yang optimal.

Individu dengan kebutuhan khusus—seperti mereka yang baru pulih dari operasi, atlet elit, atau mereka yang mengalami kehilangan otot terkait usia—dapat memperoleh manfaat dari asupan protein yang lebih tinggi. Namun, bagi sebagian besar orang, berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum melakukan perubahan pola makan yang signifikan sangatlah penting.

Intinya: Konsumsi protein berlebihan secara terus-menerus dapat membebani ginjal Anda dan menyebabkan konsekuensi kesehatan yang tidak nyaman atau serius. Moderasi, keseimbangan, dan bimbingan profesional sangat penting untuk menjaga kesehatan yang optimal.