Kaitan Tak Terduga Antara Kacang, Kualitas Sperma, dan Fungsi Seksual

0
16

Semakin banyak penelitian yang menunjukkan adanya hubungan mengejutkan antara konsumsi kacang-kacangan dan kesehatan seksual pria, mulai dari kualitas sperma hingga fungsi ereksi. Meskipun ada kasus sensasional mengenai penis yang terjepit menggunakan perangkat keras—terkadang memerlukan intervensi bedah dengan alat seperti bor atau bahkan penggiling pemadam kebakaran—bukti yang lebih meyakinkan terletak pada penelitian terkontrol yang meneliti efek pada makanan.

Ilmu Kacang dan Sperma

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang secara teratur dapat meningkatkan kesehatan sperma secara signifikan. Sebuah uji coba terkontrol secara acak yang diterbitkan pada tahun 2013 menemukan bahwa mengonsumsi campuran kenari, almond, dan hazelnut (sekitar 45 gram setiap hari) menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah, vitalitas, motilitas, dan bentuk sperma. Para peneliti mengaitkan hal ini dengan berkurangnya fragmentasi DNA sperma, sehingga menunjukkan bahwa kacang melindungi integritas genetik.

Disfungsi Ereksi dan Konsumsi Kacang

Meskipun beberapa penelitian pada awalnya menyarankan pistachio dapat meningkatkan fungsi ereksi, penelitian selanjutnya menyajikan gambaran yang lebih berbeda. Uji coba yang lebih baru, yang sebagian didanai oleh International Nut and Dried Fruit Council, menunjukkan sedikit peningkatan fungsi orgasme dan hasrat seksual di kalangan konsumen kacang-kacangan, namun tidak ada peningkatan terukur dalam fungsi ereksi itu sendiri. Efektivitasnya tampaknya bergantung pada usia: pria lanjut usia yang sudah mengalami disfungsi mungkin mendapat manfaat lebih besar dibandingkan pria muda yang sirkulasinya sudah optimal.

Mengapa Ini Penting

Prevalensi disfungsi ereksi dan penurunan kualitas sperma semakin mengkhawatirkan, terkait dengan faktor-faktor seperti obesitas, stres, dan pola makan yang buruk. Temuan ini menggarisbawahi potensi penyesuaian pola makan sederhana untuk mengatasi masalah ini. Namun, konsumen harus melakukan pendekatan terhadap studi tersebut dengan hati-hati, karena pendanaan industri dapat menimbulkan bias. Studi observasional juga kesulitan untuk membangun hubungan sebab-akibat yang pasti.

Kesimpulannya

Kacang menawarkan potensi yang berharga, namun tidak ajaib, untuk meningkatkan kesehatan seksual pria. Meskipun hubungan antara konsumsi kacang dan fungsi ereksi masih belum jelas, dampak positifnya terhadap kualitas sperma sudah terdokumentasi dengan baik. Pola makan seimbang, termasuk kacang-kacangan, serta olahraga teratur dan manajemen stres tetap merupakan pendekatan paling efektif untuk menjaga kesehatan reproduksi dan seksual yang optimal.