Pengobatan yang Meningkatkan Risiko Jatuh pada Lansia

0
21

Jatuh adalah penyebab utama cedera dan kematian di kalangan lansia Amerika, dan masalahnya semakin parah. Jumlah kematian akibat jatuh meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam tiga dekade terakhir, sebuah tren yang dikaitkan oleh para peneliti dengan meningkatnya penggunaan obat resep tertentu. Meskipun penuaan secara alami mengurangi ketahanan fisik, banyak obat yang semakin meningkatkan risiko dengan mengganggu keseimbangan, koordinasi, dan kewaspadaan.

Mengapa Ini Penting: Jatuh bukan sekadar ketidaknyamanan; sering kali mengakibatkan patah tulang, cedera kepala, dan penurunan kualitas hidup. Meningkatnya angka kematian menyoroti perlunya manajemen pengobatan yang hati-hati, terutama seiring bertambahnya usia penduduk. Masalahnya bukan hanya soal meminum terlalu banyak pil, tapi juga bagaimana tubuh memprosesnya seiring berjalannya waktu.

Peran Pengobatan pada Air Terjun

Orang dewasa yang lebih tua memproses obat secara berbeda dibandingkan orang yang lebih muda. Tubuh mereka memetabolisme obat lebih lambat, sehingga menyebabkan efek berkepanjangan dan kemungkinan efek samping lebih tinggi. Inilah sebabnya mengapa obat-obatan yang biasa diresepkan pun dapat meningkatkan risiko jatuh secara signifikan.

10 Jenis Obat Yang Meningkatkan Resiko Jatuh

Berikut rincian sepuluh golongan obat yang terkait dengan peningkatan risiko jatuh, beserta mekanisme di balik bahayanya:

  1. Z-Drugs (Ambien, Lunesta, Sonata): Alat bantu tidur ini dapat menyebabkan pusing, ketidakseimbangan, dan kelemahan otot. Mereka bertahan lebih lama dalam sistem pada orang dewasa yang lebih tua, sehingga meningkatkan kebingungan dan ketidakstabilan.
  2. Benzodiazepin (Xanax, Ativan, Diazepam): Obat penenang ini memperlambat refleks dan mengganggu keseimbangan. Menggabungkannya dengan alkohol akan memperburuk efeknya.
  3. Antidepresan (SSRI, TCA): SSRI seperti Lexapro dan Paxil, serta TCA seperti Amitriptyline, dapat menyebabkan hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah secara tiba-tiba) dan pusing.
  4. Antipsikotik (Risperidone, Quetiapine): Obat-obatan ini mempengaruhi kontrol motorik dan bisa sangat berbahaya bila dikombinasikan dengan alkohol.
  5. Antihipertensi (Beta-Blocker, Diuretik): Menurunkan tekanan darah terlalu agresif dapat menyebabkan sakit kepala ringan dan masalah keseimbangan.
  6. Obat Dopaminergik (Levodopa): Digunakan untuk penyakit Parkinson, obat ini dapat menyebabkan sakit kepala ringan, penurunan tekanan darah, dan gerakan tak terkendali.
  7. Antikonvulsan (Gabapentin, Pregabalin): Obat-obatan ini, yang sering diresepkan untuk nyeri saraf, dapat menyebabkan pusing, sedasi, dan gangguan koordinasi.
  8. Opioid (Oxycodone, Hydrocodone, Morphine): Opioid menyebabkan kantuk, pusing, dan gangguan kognitif. Menggabungkannya dengan obat penenang lain sangatlah berisiko.
  9. Relaksan Otot (Cyclobenzaprine, Tizanidine): Obat-obatan ini mengganggu koordinasi dan dapat meningkatkan risiko jatuh pada orang lanjut usia.
  10. Antikolinergik (Benadryl, Oxybutynin): Obat-obatan ini dapat menyebabkan penglihatan kabur dan berkurangnya kontraksi otot, sehingga mengganggu keseimbangan.

Mengurangi Risiko Anda

Jika Anda atau orang yang Anda sayangi sedang mengonsumsi obat-obatan ini, ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko jatuh:

  • Tinjau Pengobatan: Bicarakan dengan dokter Anda tentang semua obat yang diminum, termasuk obat bebas. Pastikan dosisnya tepat dan pertimbangkan alternatif yang lebih aman.
  • Hindari Mencampur Obat: Jangan pernah menggabungkan obat resep dengan alkohol atau obat rekreasional.
  • Keamanan Rumah: Pastikan rumah memiliki penerangan yang baik, bersih dari kekacauan, dan dilengkapi dengan pegangan di kamar mandi.
  • Komunikasi Terbuka: Diskusikan risiko jatuh dengan dokter Anda, dengan mempertimbangkan kondisi dan riwayat kesehatan pribadi.

Intinya: Jatuh adalah ancaman serius bagi orang lanjut usia, dan banyak obat yang dapat memperburuk risiko tersebut. Dengan memahami obat mana yang menyebabkan jatuh dan mengambil langkah proaktif untuk mengelola penggunaan obat, kita dapat membantu melindungi kesehatan dan kemandirian populasi lansia.