Tetap Terhubung: Mempertahankan Kehidupan Sosial Setelah Diagnosis Alzheimer

0
21

Diagnosis Alzheimer tidak berarti isolasi sosial. Faktanya, tetap terhubung dengan orang lain adalah salah satu cara paling efektif untuk memperlambat penurunan kognitif dan meningkatkan kualitas hidup. Bagi Scott Berkheiser, seorang insinyur berusia 69 tahun yang didiagnosis menderita gangguan kognitif ringan akibat Alzheimer, mempertahankan kehidupan sosialnya berarti mencari orang lain yang memahami pengalamannya. Dia menemukan sesama atlet triatlon secara online dan terhubung dengan cabang Asosiasi Alzheimer setempat, membuktikan bahwa bahkan dengan kehilangan ingatan, hubungan yang bermakna masih mungkin terjadi.

Mengapa Interaksi Sosial Penting

Penelitian menegaskan apa yang sudah banyak orang duga: keterlibatan sosial sangat penting untuk kesehatan otak. Richard Peter Catanzaro, MD, ketua psikiatri di Rumah Sakit Northern Westchester di Northwell, menekankan bahwa “menjadi sosial dan aktif adalah pertahanan terbaik kita terhadap kemunduran kognitif yang semakin parah.” Ini bukan hanya tentang merasa baik; ini tentang melindungi fungsi otak secara langsung.

Manfaatnya jelas. Tetap aktif secara sosial membantu membatasi penurunan kognitif bagi orang-orang dengan atau berisiko terkena penyakit Alzheimer. Terlibat dalam interaksi sosial secara teratur membantu menstimulasi otak dan dapat memperlambat perkembangan penyakit.

Menavigasi Tantangan Sosial Setelah Diagnosis

Menerima diagnosis Alzheimer sering kali membuat kita kewalahan, dan ketakutan akan kecanggungan sosial adalah hal yang nyata. Orang-orang khawatir akan lupa nama, kesulitan menemukan kata yang tepat, atau tidak dapat mengikuti percakapan. Kuncinya adalah mengakui ketakutan ini dan mengembangkan strategi untuk mengelolanya.

Elizabeth Edgerly, PhD, direktur senior program komunitas di Asosiasi Alzheimer, menyatakan bahwa “orang-orang kesulitan menyampaikan diagnosis mereka dan bagaimana Anda melakukannya.” Banyak orang merasa malu karena kehilangan fungsi kognitif, namun berpura-pura tidak ada perubahan tidak akan membantu.

Membangun Dukungan dan Mengadaptasi Interaksi

Salah satu pendekatan yang efektif adalah bersandar pada hubungan tepercaya dan terbuka tentang kebutuhan Anda. Mintalah bantuan teman dalam situasi sosial: “Bisakah Anda mengingatkan saya tentang nama anak Anda?” atau “Maukah Anda menuliskan beberapa poin penting?”

Jangan takut untuk mencari koneksi baru. Kelompok pendukung Alzheimer menawarkan tempat yang aman untuk berbagi pengalaman tanpa menghakimi. Asosiasi Alzheimer menyediakan aplikasi dan forum online untuk berhubungan dengan orang lain yang menderita penyakit ini. Saluran bantuan 24/7 mereka (800-272-3900) juga merupakan sumber daya yang berharga.

Strategi Praktis untuk Sukses Sosial

Untuk membuat acara sosial lebih menyenangkan, pilihlah lingkungan yang meminimalkan stres. Tempat yang bising dan ramai bisa membuat Anda kewalahan. Pilih pengaturan yang lebih tenang dan batasi interaksi hanya untuk beberapa orang dalam satu waktu.

Pengasuh dapat memainkan peran penting dengan membantu meredakan momen-momen canggung: “Oh, ini John, tetangga kami dari tiga rumah,” sebelum Anda sempat kesulitan dengan nama tersebut.

Sesuaikan aktivitas yang Anda sukai. Jika latihan paduan suara terlalu menantang, adakan malam karaoke di rumah. Tujuannya adalah menemukan cara untuk tetap terlibat tanpa membebani kemampuan kognitif Anda.

Bagaimana Pengasuh Dapat Membantu

Keluarga dan teman dapat memfasilitasi acara sosial dengan mengingatkan Anda tentang rencana mendatang, membantu logistik, atau menyediakan transportasi. Mereka juga dapat mencari sudut-sudut sepi pada pertemuan yang lebih besar dan membantu Anda membuat strategi keluar jika Anda mulai merasa kewalahan.

Intinya

Diagnosis Alzheimer tidak berarti menyerah pada kehidupan sosial. Ini berarti beradaptasi dengan tantangan baru dan memprioritaskan koneksi yang mendatangkan kegembiraan dan dukungan. Dengan bersandar pada orang-orang terkasih, bergabung dengan kelompok pendukung, dan menemukan cara kreatif untuk tetap terlibat, penderita Alzheimer dapat mempertahankan kehidupan sosial yang memuaskan bahkan ketika ingatan mereka berubah.

“Jangan anggap remeh apa pun, dan nikmati hidup sebaik mungkin,” saran Scott Berkheiser. “Setiap orang mempunyai cara yang berbeda, keterbatasan yang berbeda, dan masalah yang berbeda, namun nikmatilah waktu yang tersisa.”