Bahan Kimia PFAS Terkait dengan Penurunan Kepadatan Tulang pada Anak: Masalah Kesehatan Baru

0
7

Penelitian terbaru menyoroti faktor yang sebelumnya kurang dihargai dalam perkembangan tulang: paparan zat per dan polifluoroalkil (PFAS), yang umumnya dikenal sebagai “bahan kimia selamanya.” Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Endocrine Society mengamati 218 anak sejak lahir hingga masa remaja, mengungkapkan adanya hubungan yang konsisten antara kadar PFAS dalam darah mereka dan penurunan kepadatan mineral tulang pada usia 12 tahun.

Masalah Paparan Jangka Panjang

PFAS tersebar luas di lingkungan karena daya tahannya. Mereka bertahan dalam air minum, kemasan makanan (terutama bahan yang tahan minyak), kain tahan noda, dan peralatan masak antilengket. Ini berarti manusia terpapar sejumlah kecil bahan kimia ini dalam jangka waktu lama, sehingga penghindaran sepenuhnya tidak mungkin dilakukan. Desain longitudinal penelitian ini – mengukur tingkat PFAS saat lahir, usia 3, 8, dan 12 tahun – memberikan bukti yang lebih kuat dibandingkan penelitian sebelumnya dengan mencatat waktu paparan.

Temuan Utama: Perbedaan Waktu dan Gender

Para peneliti menemukan bahwa tingkat PFOA yang lebih tinggi, PFAS spesifik, berkorelasi dengan kepadatan tulang yang lebih rendah di lengan bawah di semua titik waktu yang diukur. Yang lebih signifikan, paparan pada masa kanak-kanak dan remaja awal (usia 8-12 tahun) memiliki dampak yang lebih kuat terhadap kepadatan tulang dibandingkan paparan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan pertumbuhan mungkin merupakan periode yang sangat rentan.

Selain itu, hubungan antara paparan PFAS dan penurunan kepadatan tulang lebih terlihat pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Para peneliti berhipotesis bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh interaksi antara PFAS dan perubahan hormonal selama masa pubertas, meskipun penyelidikan lebih lanjut diperlukan.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan tulang adalah proses bertahap yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar pola makan dan olahraga. Paparan lingkungan seperti PFAS dapat mengganggu proses ini dan berpotensi meningkatkan risiko patah tulang di kemudian hari. Kekhawatirannya bukan pada dampak langsungnya, namun pada dampak kumulatif bahan kimia ini terhadap kesehatan tulang selama beberapa dekade.

Apa yang Dapat Dilakukan?

Meskipun menghilangkan paparan PFAS sepenuhnya tidak realistis, mengurangi asupan adalah mungkin. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti:

  • Penyaringan Air: Gunakan filter berkualitas tinggi yang dirancang untuk menghilangkan PFAS jika sumber air Anda diketahui terkontaminasi.
  • Pilihan Makanan: Minimalkan konsumsi makanan olahan dan wadah bawa pulang dengan lapisan tahan lemak. Memasak di rumah sering kali mengurangi paparan.
  • Pemilihan Produk: Pilihlah alternatif yang tidak diolah atau bebas PFAS untuk furnitur, karpet, dan pakaian bila memungkinkan.
  • Dukungan Nutrisi: Prioritaskan asupan kalsium dan vitamin D, di samping aktivitas fisik teratur, untuk mendukung kesehatan tulang meskipun ada tantangan lingkungan.

Penelitian ini menggarisbawahi bahwa kesehatan tulang bukan hanya masalah di kemudian hari namun merupakan akumulasi faktor secara bertahap, termasuk paparan lingkungan, yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Kesadaran dan mitigasi yang proaktif dapat membuat perbedaan yang berarti.