Hentikan Mengidam Gula dengan Mengelola Kelaparan, Bukan Kemauan

0
7

Anda pulang kerja tanpa makan siang. Anda menjalankan tugas. Kini, coklat batangan di dapur Anda tidak hanya menggoda—tetapi juga menarik perhatian penuh Anda. Salad yang sudah disiapkan itu? Diabaikan.

Sangat mudah untuk berasumsi bahwa tubuh Anda membutuhkan gula karena membutuhkan pasokan energi yang cepat. Para peneliti berpendapat sesuatu yang berbeda sedang terjadi. Saat rasa lapar melonjak, otak tidak hanya mencari kalori. Ia menjadi terobsesi dengan manisnya itu sendiri.

Hal ini menjelaskan mengapa makan bersih terasa mudah di hari-hari tertentu dan tidak mungkin di hari lain. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa mengelola rasa lapar adalah salah satu cara paling sederhana untuk membungkam keinginan makan makanan manis sebelum mengambil alih.

Hubungan Kelaparan dan Manisnya

Para peneliti merekrut orang dewasa yang rutin mengonsumsi gula atau pemanis buatan tanpa kalori. Peserta mencicipi minuman yang sesuai dengan rasa manisnya. Beberapa punya gula. Yang lain menggunakan pemanis non-nutrisi. Yang terpenting, mereka tidak tahu yang mana.

Sesi dijalankan dua kali: sekali saat lapar, sekali setelah makan. Para peneliti melacak kenikmatan, detak jantung, dan aktivitas otak yang terkait dengan pengendalian diri.

Hasilnya tidak terduga. Peserta yang lapar menilai setiap minuman manis lebih nikmat—baik mengandung gula atau tidak.

Rasa lapar nampaknya memperkuat daya tarik rasa manis terlepas dari sumber kalorinya.

Ini mengubah cara kita memandang mengidam. Itu bukan hanya bukti bahwa tubuh membutuhkan gula. Terkadang, itu adalah sinyal bahwa Anda sudah menunggu terlalu lama untuk makan. Otak Anda mengejar imbalan, bukan hanya bahan bakar.

Apakah Pemanis Buatan Mengubah Otak Anda?

Temuan lain melibatkan konsumen rutin pemanis non-nutrisi, seperti aspartam atau sukralosa. Mereka tidak melaporkan bahwa mereka kurang menyukai makanan manis dibandingkan pemakan gula. Namun, otak mereka menunjukkan aktivitas yang lebih besar di area yang berkaitan dengan pengendalian diri dan pengambilan keputusan saat mencicipi makanan manis.

Ini tidak membuktikan bahwa diet soda melatih otak Anda untuk menolak makanan penutup. Penelitian ini kecil dan bersifat eksploratif. Itu tidak menetapkan sebab dan akibat. Namun, penelitian ini mengisyaratkan bahwa penggunaan pemanis buatan dalam jangka panjang dapat mengubah cara otak memproses rasa manis. Ilmu pengetahuan di sini masih berkembang.

Mengapa Kemauan Bukanlah Jawabannya

Jika Anda pernah melewatkan makan siang dan mendapati diri Anda menatap ke dapur pada jam 3 sore, Anda pernah mengalami hal ini. Kelaparan memacu otak untuk mencari imbalan segera. Melawan dorongan itu adalah perjuangan yang sudah Anda kalahkan.

Salah satu cara efektif untuk mengurangi asupan gula tambahan dimulai jauh sebelum hidangan penutup. Dimulai dengan makanan yang membuat Anda kenyang.

Bangun makanan berdasarkan protein, serat, dan lemak sehat. Ini memperlambat pencernaan. Itu mencegah rasa lapar meningkat. Camilan sore yang seimbang mencegah kudapan larut malam yang mengarah pada pilihan yang buruk.

Pada hari-hari sibuk, kenyamanan itu penting. Ambil protein bening mindbodygreen+. Ini menawarkan 22 gram protein lengkap. Rasa limun merah mudanya ringan dan menyegarkan. Tidak seperti minuman shake berat, minuman ini seperti air berasa. Ini membantu mengatasi rasa lapar sebelum mengidam menyerang.

Mengkalibrasi Ulang Langit-Langit Anda

Kita sering menyalahkan kurangnya disiplin sebagai penyebab mengidam gula. Studi ini menunjukkan hal lain. Saat lapar, otak menjadi sangat responsif terhadap rasa manis. Kalori adalah hal kedua.

Mengurangi konsumsi gula memerlukan strategi. Pikirkan lebih dari sekadar gula itu sendiri. Karena otak mengejar rasa, secara bertahap mengurangi seberapa manis makanan Anda dapat membantu. Seiring waktu, ini mengkalibrasi ulang selera Anda. Makanan manis alami, seperti buah, akan mulai terasa lebih mengenyangkan.

Mengelola rasa lapar tidak akan menghilangkan keinginan ngemil sepenuhnya. Namun hal ini membuat pilihan yang sehat tidak terasa seperti perang. Itu adalah strategi yang benar-benar dapat Anda ikuti.